Tren nasi box

Nasi box yang menjadi tren masyarakat modern

24 May No Comments

Seiring mudahnya berkomunikasi dan berpromosi di lewat media sosial, usaha katering juga mendapatkan perkembangan yang unik. Masyarakat yang menuntut kepraktisan membuat industri katering, baik rumahan atau yang lebih besar menawarkan solusi makan siang yang praktis, yakni dalam bentuk nasi box. Banyak katering berlomba-lomba memenuhi kebutuhan nasi box Jakarta untuk beragam kebutuhan.

Nasi kotak untuk makan siang harian

Banyak warga, khususnya yang berprofesi sebagai karyawan kantor atau pegawai negeri sipil di perkantoran harus pergi keluar kantor untuk mencari makan siang. Ini mungkin karena di kantor tidak ada kantin. Atau variasi makanannya itu-itu saja. Atau bahkan bisa juga harga yang terlalu mahal untuk daerah kantor tertentu. Karena media komunikasi sekarang lebih mudah, karyawan-karyawan tersebut dapat memesan makan siang dalam bentuk nasi kotak atau nasi box. Bisa saja mereka beli sekali-sekali namun sekaligus beramai-ramai dengan rekan kerja lain agar ongkos kirimnya murah atau malah digratiskan, tapi bisa juga dalam kelompok kecil karyawan-karyawan tersebut berlangganan nasi box Jakarta secara harian. Dengan demikian tiap harinya pelanggan katering harian tersebut tidak perlu lagi pusing memikirkan makan siang mereka.

Memesan nasi kotak untuk event-event tertentu

Nasi kotak atau nasi box juga menjadi pilihan ketika diadakan suatu acara khusus, misalnya acara ulang tahun, wisata bersama, tugas dinas, rapat, seminar, dan pelatihan dan lain-lain. Ketika mengadakan acara-acara khusus tersebut tentu akan merepotkan jika peserta acara harus mencari makan di waktu istirahat. Dengan menyediakan makan siang dalam bentuk nasi kotak yang praktis dan murah, peserta acara dapat memiliki waktu istirahat lebih panjang karena tidak harus keluar lokasi mencari makan terlebih dahulu. Makan siang dengan nasi box Jakarta –dan bukan prasmanan misalnya— juga lebih hemat, praktis, dan mudah dirapikan.

Meski demikian, isu sampah plastik dan styrofoam sudah menjadi perhatian banyak pihak. Masalah ini sudah di depan mata dengan banyaknya sampah di laut yang menyebabkan rusaknya ekosistem dan kematian langsung hewan-hewan. Ini menjadi sebuah tanggung jawab bukan hanya bagi pelaku industri, tapi juga konsumen. Bagaimana pelaku industri harus memilih packaging yang lebih ramah lingkungan –misalnya mengurangi plastik sekali pakai, apalagi styrofoam atau solusi lain –membersihkan dan menggunakan kembali wadah makanan misalnya. Dan konsumen pun juga harus lebih selektif serta pengertian atas ketidaknyamanan yang mungkin muncul jika katering lebih memilih untuk menggunakan kemasan-kemasan yang lebih ramah lingkungan.

Latest Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *